Komut Semen Padang: Saya Ingin Semen Padang Eksis 100 Tahun Lagi

Leader Cafe Virtual
Leader Cafe Virtual (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia, bahkan Asia Tenggaran yang sudah berusia 110 tahun, Komisaris Utama PT Semen Padang Tri Abdisatrijo berharap agar PT Semen Padang sebagai perusahaan semen kebangaan masyarakat Sumatera Barat, tetap survive 100 tahun lagi.

" Semen Padang punya potensi yang sangat besar. Selaku Komisaris Utama, saya ingin Semen Padang eksis 100 tahun lagi," kata Tri Abdisatrijo saat acara Leader Cafe ke-XXXI PT Semen Padang yang digelar secara virtual di Gedung Serba Guna PT semen Padang, Rabu (10/9/2020).

baca juga: Berpartisipasi Aktif Tanggulangi Dampak Covid-19, Semen Padang Terima Penghargaan dari Pemko Padang

Leader Cafe dengan tema "The Coaching Leader" perdana yang digelar secara virtual itu digelar mulai pukul 09.45 hingga berakhir pukul 11.30 WIB itu, tidak hanya diikuti oleh komisaris, direksi dan karyawan PT Semen Padang , tapi juga diikuti oleh jajaran direksi dan karyawan PT Semen Tonasa dan SIG.

Lebih lanjut Tri juga mengatakan untuk mencapai usia 100 tahun lagi, semua insan PT Semen Padang harus punya satu visi dan mampu untuk bisa menyesuaikan perubahan-perubahan yang terjadi dari masa ke masa, karena sebuah perusahaan tetap survive apabila semua karyawan punya satu visi yang sama.

baca juga: Semen Padang Adakan Webinar Cegah COVID-19 untuk Istri Karyawan

"Mungkin banyak perusahan yang tadinya berjaya, namun karena tidak satu visi dan tidak mampu untuk melakukan perubahan, akhirnya perusahaan tersebut tidak bisa survive. Saya berharap semua insan PT Semen Padang harus punya satu visi dan mampu menyesuaikan perubahan yang terhadi dari masa ke masa," ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Tri juga mengajak seluruh insan PT Semen Padang untuk menjadikan bencana non alam ini sebagai tantangan untuk bisa tetap survive, meskipun di suatu sisi dampak dari pandemi ini membuat hampir semua industri dan pertumbuhan ekonomi terhambat.

baca juga: Tim Baharkam Polri Optimis Semen Padang Kantongi Sertifikat SMP dan Raih Predikat Gold

"Saat ini merupakan kondisi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Indonesia sebenarnya sudah masuk tahap esensi. Semua industri terdampak dan pertumbuhan ekonomi terhambat, tapi dengan kost dan transformasi yang telah kita lakukan, alhamdulillah PT Semen Padang masih bisa survive hingga saat ini," ungkapnya.

Leader Cafe PT Semen Padang merupakan program rutin yang mengupas tuntas sosok seorang leader perusahaan seperti komisaris dan direksi. Dan, sosok leader tersebut disampaikan oleh orang-orang yang mempengaruhi sang leader dalam kehidupan sehari-harinya, baik dari tempat kerja maupun lingkungan keluarga.

baca juga: Supervisi Implementasi Sistim Manajemen Pengamanan, Tim Mabes Polri Kunjungi Semen Padang

Nurul Aisyah Fitri, anak pertama Tri Abdisatrijo, juga ikut membeberkan sosok Tri kepada peserta Ledaer Cafe. Kata dia, Tri merupakan sosok yang tegas, tapi juga humoris. " Bapak itu orangnya seru, bisa jadi teman, tempat curhat, motivator dan ustad juga bisa. Bapak itu super heronya keluarga," kata Nurul melalui video yang diputar pada acara Leader Cafe tersebut.

Insinyur Kuli

Tri Abdisatrijo lahir di Situbondo pada 5 September 1967 dan merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan alm Mansuri dan Mimin Tienarmi. Sejak kecil, Tri bersama keluarganya sering berpindah tempat tinggal dari Situbondo ke Gresik dan pindah ke Surabaya, karena mengikuti sang ayah yang merupakan seorang PNS.

Tri merupakan alumni SMA Negeri 9 Surabaya yang melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan tamat pada tahun 1992. Tamat kuliah, tri diterima bekerja di dua perusahaan BUMN , yaitu PT Semen Tonasa dan Pertamina. Tapi, Tri memilih PT Semen Tonasa sebagai tempat memulai karirnya di dunia kerja.

Di PT Semen Tonasa , alm Masri Saridam yang saat itu menjadi salah satu direksi, merupakan orang yang paling mempengaruhi Tri hingga bisa menjadi seorang leader di PT Semen Padang . Bahkan, alm Saridam punya panggilan khusus kepada Tri, yaitu Insinyur Kuli.

Sariatun yang merupakan bawahan Tri ketika di PT Semen Tonasa dalam Leader Cafe tersebut juga menuturkan bahwa Tri merupakan sosok leader dan juga mentor bagi karyawan. "Pak Tri orangnya smart, fokus, sangat konsisten dan sosok pekerja keras dan gigih dalam dalam mencapai tujuannya," kata Sariatun.

Sejak bekerja di PT Semen Tonasa , berbagai jabatan sudah diemban oleh Tri, mulai dari jabatan Eselon IV sampai Eselon I. Kemudian, Tri ditarik ke PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG,red) untuk menduduki jabatan sebagai GM Project Specialist OOTC PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dari tahun 2013 - 2014.

Setelah menjabat GM Project Specialist OOTC, Tri kemudian digeser menjadi Kepala Departemen Energi, Material dan Lingkungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dari Februari-Juli 2014. Enam bulan sebagai GM Project Specialist OOTC, Tri kemudian kembali ke PT Semen Tonasa untuk menjabat sebagai Direktur Komersial (Juli 2014 - 2017).

Setelah dari PT Semen Tonasa , Tri kembali ditarik ke PT Semen Indonesia (Persero), Tbk untuk menjadi Direktur Engineering dan Proyek dari 2017-sekarang. Kemudian melalui pada Rapat Sekuler SIG pada 1 November 2019, Tri ditunjuk oleh pemegang saham untuk menjadi Komisaris Utama PT Semen Padang menggantikan Ahyanizzaman.(*)

Editor: Riki Suardi