SMK Semen Padang Produksi Massal Mesin Pencacah Sampah

Ketua Jurusan Teknik Mesin SMK Semen Padang Wilde Irwin memperlihatkan kepada awak media mesin pencacah sampah yang dibuat oleh siswanya.
Ketua Jurusan Teknik Mesin SMK Semen Padang Wilde Irwin memperlihatkan kepada awak media mesin pencacah sampah yang dibuat oleh siswanya. (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Sebagai sekolah peraih anugrah Adiwiyata Nasional, SMK Semen Padang terus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan. Bahkan, kepedulian itu disinergikan dengan jurusan yang ada di sekolah kejuruan tersebut.

Salah satu jurusan yang mensinergikan kepedulian lingkungan itu, yakni Teknik Mesin. Belum lama ini, Jurusan Teknik Mesin telah memproduksi mesin pencacah sampah secara massal melalui program bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Semen Padang .

baca juga: Lanjutkan Konservasi Iklan Bilih di Kolam Pemijahan, Semen Padang Kembali MoU dengan LPPM UBH

Ketua Jurusan Teknik Mesin SMK Semen Padang , Wilde Irwin mengatakan, mesin pencacah sampah ini diproduksi secara massal sejak 2014 lalu. Awalnya, kata dia, mesin tersebut hanya diproduksi satu unit untuk dijadikan sample.

Namun setelah sekolah mendapatkan anugrah Adiwiyata Nasional, barulan mesin pencacah sampah itu diproduksi dalam jumlah banyak. "Sekarang sudah 10 unit mesin pencacah sampah yang kami buat. Untuk harga satu unit mesin, mencapai Rp11 juta," kata Wilde, Selasa, 13 April 2016. 

baca juga: Tim Inovasi Semen Padang Raih 3 Platinum di Ajang ICQCC Bangladesh

Alumni Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang anggkatan 2000 itu menuturkan bahwa mesin pencacah sampah yang diproduksi secara massal itu, sudah disebar oleh CSR Semen Padang ke sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Lubuk Kilangan. 

"Sekarang masih ada beberapa unit lagi yang kami buat," ujarnya. 

baca juga: Win Bernadino ke Aceh, Faisal Arif Jabat Ketua Umum SPSP Pengganti Antar Waktu

Mesin pencacah sampah yang diproduksi secara massal ini, jauh berbeda dengan mesin pencacah sampah yang diproduksi sebagai sample, karena untuk sample, operasional mesin pencacah sampah menggunakan tengaha listrik.

Sedangkan yang diproduksi massal, operasionalnya memakai sistim engine bensin. "Artinya, mesin pencacah yang dibuat secara massal lebih efisien dibandingkan yang diproduksi sebagai sample," ujarnya.

baca juga: Semen Padang Targetkan Efisiensi Energi 3 Persen Pada 2024

Cara kerja mesin pencacah sampah ini, lanjutnya, cukup mudah. Pertama, sampah dimasukkan ke dalam corong kemudian dicacah oleh dua jenis pisau pembilah yang ada di dalam slinder, yaitu jenis pisau bergerak sebanyak 45 buah dan jenis statis 15 buah.

"Sampah yang dimasukkan ke dalam mesin pencacah itu kemudian dipotong oleh kedua pisau tersebut secara otomatis hingga menjadi halus," bebernya.

Wilde menambahkan bahwa mesin pencacah sampah ini, akan terus dikembangkan oleh sekolah, khususnya Jurusan Teknik Mesin. Namun, sebutnya, untuk mengembangkan mesin tersebut tentu tergantung pada kebutuhan.

"Misalnya dikembangkan ke ukuran yang lebih besar. Sebab, saat ini ukurannya masih terlalu kecil. Namun demikian, mesin tersebut bisa mencacah semua jenis sampah," pungkasnya.

Penulis: Riki