CSR Semen Padang Monitoring Penerima bantuan Mesin Jahit di Aceh

Kadep KSU PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis (tengah), foto bersama dengan ibu-ibu inong bale Aceh usai merlakukan monitoring terkait bantuan mesin jahit kepada  para ibu-ibu inong bale
Kadep KSU PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis (tengah), foto bersama dengan ibu-ibu inong bale Aceh usai merlakukan monitoring terkait bantuan mesin jahit kepada para ibu-ibu inong bale (CSR PT Semen Padang)

ACEH , KLIKPOSITIF -- PT. Semen Padang melalui Biro CSR melakukan monitoring terhadap bantuan kinerja ibu-ibu inong bale di Gampong/Desa Lamreh, Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, yang telah menerima bantuan mesin jahit dari CSR Semen Padang, Kamis, 20 Oktober 2016.

"Monitoring tersebut kamni lakukan setelah CSR menyalurkan bantuan 3 unit mesin jahit kepada ibu-ibu inong bale pada 23 Maret 2016 lalu," kata Pelaksana 1 Bidang DikesosLH Biro CSR PT Semen Padang, Alfred Rusli saat dihubungi KLIKPOSITIF dari Padang, Jumat, 21 Oktober 2016.

baca juga: Leader Talk Dirkeu Semen Padang; Bekerja dengan Berpegang Prinsip kepada Allah SWT

Alfred menjelaskan bahwa pihaknya, tidak hanya menyalurkan bantuan, tapi bantuan yang diberikan juga dimonitoring untuk mencari tahu apakah masyarakat yang menerima bantuan dari CSR Semen Padang, mengalami kendala di lapanghan.

"Dari monitoring yang dilakukan kemarin, kami temukan adanya sejumlah kendala yang dialami oleh ibu-ibu dalam hal menjahit. Di antaranya, masih adanya dari ibu-ibu yang mendapatkan bantuan mesin jahit, ternyata belum paham dalam menjahit," ujarnya.

baca juga: Gagalkan Pengiriman Ratusan Kilogram Ganja Asal Aceh ke Jakarta, BNN: Dikendalikan Narapidana

Padahal sebelumnya, kata Alfred melanjutkan, pihaknya sudah memberikan pelatihan menjahit selama 1 bulan. "Selain soal teknis menjahit, mereka juga mengakui tidak adanya bahan jahitan yang tersedia," imbuh Alfred.

Alfred pun mengakui dengan adanya kendala tersebut, maka pihaknya akan kembali menggelar kegiatan pelatihan menjahit, serta memberikan bahan jahitan kepada ibu-ibu Inong Bale tersebut.

baca juga: Pidie Aceh Dilanda Banjir, 6 Kecamatan dan 11.371 Jiwa Terdampak

"Mudah-mudahan pelatihan menjahit yang akan kembali kami lakukan itu bisa membuat sejumlah ibu-ibu ining bale, paham bagaimana teknis menjahit," harapnya.

Kepala Departemen Komunikasi dan Sarana Umum (KSU) PT. Semen Padang, Iskandar Z. Lubis, kata Alfred, juga telah memberikan arahan kepada ibu-ibu inong bale tersebut.

baca juga: Mengenang Tsunami 2004, Ini Kronologi Tragedi Dahsyat 16 Tahun Silam

"Kadep KSU menyampaikan agar bantuan mesin jahit itu digunakan dengan sebaik mungkin, karena penghasilan dari menjahit dapat membantu keuangan rumah tangga, karena upah menjahit itu dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Selain melakukan monitoring kepada ibu-ibu inong bale, tmbah Alfred, pihaknya juga tengah merancang sebuah program untuk para nelayan di Desa Lamreh tersebut.

"Cuma saat ini belum bisa dipastikan program apa yang cocok, yang jelas kami berencana akan membantu para nelayan di daerah ini," pungkas Alfred.[Muhammad Noli Hendra]

Penulis: Riki