Dua Karyawan Semen Padang Sumbangkan Plasma Konvalesen ke PMI

Kepala Unit CSR Semen Padang Muhamad Ikrar (kiri) bersama Gugus Covid-BUMN, PMI Kota Padang dan penyintas Covid-19 Fhajri Anandya yang sedang mendonorkan plasmanya, foto bersama usai lounching program Donor Plasma BUMN Untuk Indonesia di kantor UTD PMI Kota Padang
Kepala Unit CSR Semen Padang Muhamad Ikrar (kiri) bersama Gugus Covid-BUMN, PMI Kota Padang dan penyintas Covid-19 Fhajri Anandya yang sedang mendonorkan plasmanya, foto bersama usai lounching program Donor Plasma BUMN Untuk Indonesia di kantor UTD PMI Kota Padang (Ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Sebagai bentuk dukungan terhadap program Plasma BUMN Untuk Indonesia yang dilaunching Menteri BUMN Erick Thohir secara virtual pada Senin (8/2/2021), PT Semen Padang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyumbangkan dua kantong plasma ke PMI Kota Padang.

Di Sumbar pada Senin ini pendonor plasma konvalesen sebanyak dua orang, dan keduanya dari PT Semen Padang . Dua penyintas COVID-19 yang menjadi pendonor plasma konvalesen dari PT Semen Padang itu adalah Rinaldi dari Unit Workshop Inkubasi Bisnis Non Semen (IBNS) dan Fhajri Anandya dari Unit Rancang Bangun.

baca juga: Hadapi Tantangan Keluarga di Masa Pandemi, FKIK Semen Padang Gelar Webinar

"Donor plasma konvalesen dari penyintas COVID-19 PT Semen Padang ini, merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam melawan wabah COVID-19, khususnya dalam program Plasma BUMN Untuk Indonesia yang baru saja di-launching," kata Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri.

Kegiatan Plasma BUMN untuk Indonesia diinisiasi Kementerian BUMN bekerja sama dengan PMI yang dilaksanakan Satgas BUMN yang ada di semua provinsi di Indonesia. Untuk Kota Padang, kegiatan launching dipusatkan di PMI Kota Padang.

baca juga: Program Vaksinasi Covid-19, Karyawan PT Semen Padang: Vaksinasi Massal ini Kesempatan untuk Sehat

Hadir pada kesempatan itu jajaran Satgas BUMN Sumbar, pengurus PMI Kota Padang, dan para undangan lainnya. Dari PT Semen Padang hadir Kepala Unit CSR Muhammad Ikrar, dan Staf CSR Delvi Adri.

"Semoga, plasma yang didonorkan penyintas COVID-19 ini dapat membantu pasien yang kini dirawat di rumah sakit-rumah sakit, dan dapat menjadi amal jariah bermanfaat bagi umat manusia," kata Yosviandri.

baca juga: Dari Webinar Semen Padang, Jubir Vaksin Covid-19 Kemenkes RI: 95 Persen Vaksin Lindungi Keparahan Penyakit

Proses donor plasma konvalesen dengan metode apheresis itu digelar serentak di 34 Unit Transfusi Darah (UTD) PMI se-Indonesia dan disaksikan secara daring oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melalaui aplikasi zoom dari Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Padang dr. Widyarman mengatakan bahwa penyintas COVID-19 sangat diharapkan untuk dapat mendonorkan plasma karena 90 persen dapat menyembuhkan pasien COVID-19.

baca juga: Tinjau Vaksinasi di Pariaman, Genius Umar: ASN yang Tolak Vaksin TPP nya Tidak Akan Dibayar

Melalui program Plasma BUMN Untuk Indonesia ini, Widyarman berharap agar para penyintas, khususnya di lingkungan BUMN yang ada di Sumbar, dengan sukarela dapat mendonorkan plasmanya ke PMI Kota Padang, karena di Sumbar hanya PMI Kota Padang yang memiliki peralatan donor plasma.

"Saat ini, kami di PMI Kota Padang baru menerima sekitar 20 orang pendonor plasma dari penyintas COVID-19. Dua di antaranya, berasal dari karyawan PT Semen Padang . Kami berharap dengan adanya program Plasma BUMN Untuk Indonesia ini, penyintas COVID-19 yang berasal dari perusahaan BUMN dapat mendonorkan plasmanya ke PMI Kota Padang," ujar dr. Widyarman.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla dalam tayangan daring melalui aplikasi zoom menyampaikan bahwa di Indonesia, ada sekitar 200 lebih UTD. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 UTD di Indonesia mempunyai kemampuan untuk menerima donor plasma.

"Donor plasma ini sumbangan amal yang luar biasa. Donor plasma ini ada dua tujuan. Pertama, dapat menurunkan jumlah korban terpapar COVID-19. Kedua, dapat untuk menurunkan orang yang tertular COVID-19," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir. Kata dia, donor plasma ini penting dalam menekan angka kematian di Indonesia akibat COVID-19. Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien COVID-19 sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian. (*)

Editor: Riki