Tunjang Keselamatan Kerja, SMK Semen Padang Buat Mesin Pelarut PCB Otomatis

Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang, Desi Selfia didampingi siswanya tengah mengoperasionalkan mesin pelarut PCB
Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang, Desi Selfia didampingi siswanya tengah mengoperasionalkan mesin pelarut PCB (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Untuk menunjang kinerja praktek, SMK Semen Padang membuat sebuah mesin pelarut PCB otomatis. Bahkan, mesin pelarut otomatis yang dibuat oleh siswa jurusan Elektronika itu, telah mendapatkan berbagai penghargaan.

Diantaranya, penghargaan innovasi terbaik dalam menunjang Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) dari Semen Padang pada 2015 lalu.

baca juga: Dari Webinar Series #7, Dirut PT Semen Padang; Jaga Keselamat Diri dan Keluarga dari COVID-19

"Selain Semen Padang , penghargaan yang sama juga berhasil kami raih dari Semen Indonesia Group," kata Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang , Desi Selfia kepada KLIKPOSITIF beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, penghargaan itu berhasil diraih karena mesin pelarut otomatis tersebut, dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak cairan kimia ferriclhorida (feCl3) yang digunakan untuk melarutkan papan PCB menjadi rangkaian elekrtonika.

baca juga: Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang Dimulai, Pakai Produk Semen Padang

"Ferriclhorida ini merupakan cairan kimia berbahaya. Bahkan, jika berserakan di tanah, maka zat humus yang ada di tanah lansung mati dan tanah itu bisa berfungsi sebagaimana mestinya, sehigga tanaman yang ada di sekitarya juga akan mati," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, ketika cairan ferriclhorida tersentuh oleh manusia, maka kulit manusia bisa rusak. Selain merusak kulit, bau dari zat kimia berbahaya itu juga dapat menganggu pernafasan manusia.

baca juga: Yuk Ikuti Webinar dengan Tema Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Selama Masa Pandemi Bersama SPH

"Indikator lain sekolahnya mendapat penghargaan K3LH, karena adanya upaya sekolah untuk membakar sisa dari feCl3 di tempat pembakaran zat kimia," kata

Dia juga mengemukakan bahwa mesin pelarut PCB otomatis yang dibuat 2014 lalu itu, dibuat karena SMK Semen Padang merupakan peraih Adiwiyata Nasional. Untuk itu, berbagai kegiatan peduli lingkungan harus dilakukan supaya prestasi sekolah dibidang lingkungan terus dipertahankan.

baca juga: Dokter Spesialis Olahraga SPH: Rutin Latihan Fisik Selama 30 Menit Turunkan Resiko Terkena COVID-19

"Saat ini sekolah kami tengah menuju Adiwiyata Mandiri. Mudah-mudahan penghargaan itu bisa kami dapatkan seiring kepedulian kami terhadap lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Rahmat Nasution, salah satu siswa kelas X Jurusan Elektronika Industri SMK Semen Padang mengaku merasa terbantu dengan adanya mesin pelarut otomatis ini.

"Dengan adanya mesin tersebut, maka pelaksanaan pratikum kami jauh dari resiko. Kami akan kembangkan mesin otomatis ini menjadi lebih baik lagi," tuturnya.

Penulis: Riki