Tunjang Keselamatan Kerja, SMK Semen Padang Buat Mesin Pelarut PCB Otomatis

Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang, Desi Selfia didampingi siswanya tengah mengoperasionalkan mesin pelarut PCB
Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang, Desi Selfia didampingi siswanya tengah mengoperasionalkan mesin pelarut PCB (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF - Untuk menunjang kinerja praktek, SMK Semen Padang membuat sebuah mesin pelarut PCB otomatis. Bahkan, mesin pelarut otomatis yang dibuat oleh siswa jurusan Elektronika itu, telah mendapatkan berbagai penghargaan.

Diantaranya, penghargaan innovasi terbaik dalam menunjang Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) dari Semen Padang pada 2015 lalu.

baca juga: Gerak Cepat, PT Semen Padang Bantu Korban Kebakaran di Tarantang

"Selain Semen Padang , penghargaan yang sama juga berhasil kami raih dari Semen Indonesia Group," kata Ketua Jurusan Teknik Eloktronika Industri SMK Semen Padang , Desi Selfia kepada KLIKPOSITIF beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, penghargaan itu berhasil diraih karena mesin pelarut otomatis tersebut, dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak cairan kimia ferriclhorida (feCl3) yang digunakan untuk melarutkan papan PCB menjadi rangkaian elekrtonika.

baca juga: FKKSPG Kirim 13 Atlet Binaan ke PON Papua, Rinold Thamrin: Target Kami 5 Medali Emas

"Ferriclhorida ini merupakan cairan kimia berbahaya. Bahkan, jika berserakan di tanah, maka zat humus yang ada di tanah lansung mati dan tanah itu bisa berfungsi sebagaimana mestinya, sehigga tanaman yang ada di sekitarya juga akan mati," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, ketika cairan ferriclhorida tersentuh oleh manusia, maka kulit manusia bisa rusak. Selain merusak kulit, bau dari zat kimia berbahaya itu juga dapat menganggu pernafasan manusia.

baca juga: Selama Agustus, Semen Padang Ekspor Semen dan Klinker 111 Ribu MT

"Indikator lain sekolahnya mendapat penghargaan K3LH, karena adanya upaya sekolah untuk membakar sisa dari feCl3 di tempat pembakaran zat kimia," kata

Dia juga mengemukakan bahwa mesin pelarut PCB otomatis yang dibuat 2014 lalu itu, dibuat karena SMK Semen Padang merupakan peraih Adiwiyata Nasional. Untuk itu, berbagai kegiatan peduli lingkungan harus dilakukan supaya prestasi sekolah dibidang lingkungan terus dipertahankan.

baca juga: Meraih Berkah dari Potensi Kopi Bancah

"Saat ini sekolah kami tengah menuju Adiwiyata Mandiri. Mudah-mudahan penghargaan itu bisa kami dapatkan seiring kepedulian kami terhadap lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Rahmat Nasution, salah satu siswa kelas X Jurusan Elektronika Industri SMK Semen Padang mengaku merasa terbantu dengan adanya mesin pelarut otomatis ini.

"Dengan adanya mesin tersebut, maka pelaksanaan pratikum kami jauh dari resiko. Kami akan kembangkan mesin otomatis ini menjadi lebih baik lagi," tuturnya.

Penulis: Riki