SPH Bangun Masjid, Peletakan Batu Pertama Dilakukan Komut PT Semen Padang

Peletakan batu pertama sebagai simbolis dari dimulainya pembangunan Masjid Asy-Syifa SPH oleh Komisaris Utama PT Semen Padang dan Pembina Yayasan Semen Padang, Kamis (7/4)
Peletakan batu pertama sebagai simbolis dari dimulainya pembangunan Masjid Asy-Syifa SPH oleh Komisaris Utama PT Semen Padang dan Pembina Yayasan Semen Padang, Kamis (7/4) (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Semen Padang Hospital ( SPH ) memulai pembangunan untuk Masjid Asy-Syifa yang akan dibangun di dalam kawasan rumah sakit tersebut. Sebagai simbolis dimulainya pembangunan masjid tersebut, peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Komisaris Utama PT Semen Padang Mohammad Agus Samsudin dan Pembina Yayasan Semen Padang Yosviandri, Rabu (7/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, hadir Dewan Komisaris yakni Dewan Komisaris PT Semen Padang yakni Komisaris Utama Mohammad Agus Samsudin, Komisaris Werry Darta Taifur, Komisaris Khairul Jasmi, Ketua Yayasan Semen Padang Iskandar Z Lubis, Sekretaris Yayasan Semen Padang Eko Bagus Priyuantoro, Pembina Yayasan Semen Padang yang juga Direktur PT Semen Padang Yosviandri, Pjs Direktur Semen Padang Hospital yang dihadiri oleh dr. Adisty Taufik serta jajaran manajemen dan staf SPH lainnya.

baca juga: Dua Tim Inovasi Semen Padang Raih Predikat Tertinggi pada Ajang ICQCC 2021

Komisaris Utama PT Semen Padang Mohammad Agus Samsudin mengungkapkan, pembangunan Masjid Asy-Syifa merupakan upaya dari SPH untuk memberikan pelayanan yang lebih, tidak hanya dari sisi medis, namun juga dari sisi non-medis bagi pasien dan masyarakat.

Kegiatan Hospital Tour di SPH
Kegiatan Hospital Tour di SPH

"Masjid ini diharapkan tidak hanya sebagai tempat ibadah salat saja, namun juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan spiritual lainnya, seperti pembinaan hati dan pikiran pasien beserta keluarga pasien," katanya.

baca juga: Dinas Kehutanan Sumbar-Semen Padang Tanam 1000 Bibit Taxus, Obat Anti Kanker di Gunung Singgalang

Ia juga berharap dengan hadirnya Masjid Asy-Syifa, SPH dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada pasien dan masyarakat.

Pembina Yayasan Semen Padang yang juga Direktur Utama PT Semen Padang Yosviandri menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Semen Padang atas dimulainya pembangunan Masjid Asy-Syifa SPH . Ia berharap pembangunan masjid tersebut tidak mendapatkan kendala sehingga dapat selesai dengan waktu yang telah direncanakan.

baca juga: Semen Padang Kirim Sembako untuk Korban Kebakaran di Depan SBPU Indarung

"Seperti yang kita tahu, bekerja dan beribadah merupakan hal yang wajib. Selama ini jarak yang cukup jauh cukup menjadi masalah bagi nakes yang ingin menunaikan ibadah wajib di tengah jam kerjanya, terutama untuk ibadah salat jumat. Tentunya ini hal yang sangat bagus dengan dilakukannya pembangunan masjid di lingkungan SPH , baik untuk nakes, pasien, dan keluarga pasien," ujarnya.

Ketua Yayasan Semen Padang Iskandar Z. Lubis mengungkapkan, dalam perencanaannya, masjid itu akan dibangun dalam waktu tiga bulan, sehingga ditargetkan pada Juli tahun ini akan selesai pembangunannya dan sudah dapat digunakan bersama. Adapun anggaran dalam pembangunan masjid ini yaitu sekitar 2,3 Miliar yang dibiayai dari dana yayasan dan donatur, baik dari tenaga kesehatan di SPH sendiri ataupun dari kalangan lainnya.

baca juga: Dari Gathering Semen Padang-Media, Desi Anwar: Segera Berimigrasi ke Digital!

"Dasar pembangunan masjid ini merupakan amanah dari pembina Yayasan Semen Padang di samping berbagai kegiatan sosial lainnya yang telah dilakukan. Semoga pembangunan masjid ini akan memberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah bagi nakes SPH , pasien dan keluarga pasien," ujar Iskandar.

Ia mengatakan, selama ini untuk pelaksanaan ibadah telah disediakan di masing-masing lantai pada gedung SPH . Namun tentunya butuh tempat ibadah yang lebih luas lagi dalam melaksanakan ibadah demi menambah rasa nyaman kepada segenap orang yang berada di lingkungan SPH .

Pjs Direktur Semen Padang Hospital dr. Adisty Taufik menyampaikan, pembangunan masjid ini sudah direncanakan sejak beberapa waktu yg lalu, namun baru terealisasi saat ini dan diharapkan dapat selesai sesuai rencana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh semua orang yang berada di lingkungan SPH .

"Tentunya dengan dibangunya mesjid ini akan memberikan manfaat besar tidak hanya untuk karyawan SPH sendiri, tapi semua orang yang berada di lingkungan SPH seperti pasien dan keluarga pasien. Ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan," kata Adisty.

Usai melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Asy-Syifa SPH , rombongan Dewan Komisaris, Pengurus Yayasan Semen Padang , dan Manajemen SPH melakukan Hospital Tour. Kegiatan itu dilakukan guna melihat berbagai fasilitas, prasarana hingga layanan dari SPH untuk pasien.

Kunjungan dilakukan ke beberapa layanan yang ada di SPH , dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, skrinning oleh petugas di pintu masuk, dan mencuci tangan serta pembatasan jumlah orang yg mengikuti kegiatan tersebut.

Kunjungan diawali dengan melihat ruangan hemodialisa yg terdiri dari 13 bed, dilanjutkan ke ruangan Medical Check Up, ruangan radiologi yang di dalam nya terdapat fasilitas X-Ray, CT Scan 32 slice, mammografi, MRI 1,5 tesla, USG, dan Echocardiografi. Selanjutnya rombongan menuju ruang rawat inap di lantai 3 untuk melihat fasilitas yg tersedia, dilanjutkan ke poliklinik, dan berakhir di IGD.

"Selain melihat berbagai fasilitas pelayanan yg ada di SPH serta berbagai potensi yang terdapat di SPH . Komisaris Utama juga memberikan saran dan masukan untuk SPH yang lebih baik ke depannya," kata Pjs Direktur Semen Padang Hospital dr. Adisty Taufik

Komisaris Utama PT Semen Padang Mohammad Agus Samsudin menyampaikan rasa kagumnya terhadap berbagai layanan dan fasilitas yang tersedia di SPH .

"Saya kira bagus sekali fasilitas yang ada di SPH . Termasuk dengan disediakannya layanan untuk perawatan pasien COVID-19 . Semoga SPH menjadi lebih baik ke depannya," katanya.

Ia berharap agar SPH dapat melayani pasien dengan jangkauan wilayah yang lebih luas lagi. Selain itu, ia juga berpesan agar rumah sakit tersebut dapat melayani pasien dari kaum dhu'afa atau tidak mampu.(*)

Editor: Khadijah