3 Tahun Menunggu, Pembangunan Gedung Balai Adat Nagari Lubuk Kilangan Resmi Dimulai

Kepala Biro Humas Semen Padang Iskandar Zulkarnaen Lubis meletakkan batu pertama pembangunan Balai Adat Nagari Lubuk Kilangan di kawasan Atap Genteng, Indarung.
Kepala Biro Humas Semen Padang Iskandar Zulkarnaen Lubis meletakkan batu pertama pembangunan Balai Adat Nagari Lubuk Kilangan di kawasan Atap Genteng, Indarung. (Riki Wijaya / KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Setelah menunggu hampir tiga tahun lamanya, akhirnya pembangunan gedung Balai Adat milik Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan, Kota Padang, di kawasan Atap Genteng, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, resmi dimulai.

Peresmian pembangunan gedung berlantai dua yang dihadiri oleh perwakilan Semen Padang , PLN dan Camat Lubuk Kilangan itu, ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh unsur pimpinan nagari dan tokoh masyarakat Lubuk Kilangan.

baca juga: Tebar Energi Optimisme pada Mahasiswa, PLN Jadi Pemateri pada Study Ekskursi FT Unand

Wakil Ketua KAN Lubuk Kilangan, Asril Aziz Rajo Bujang mengatakan, pembangunan Balai Adat ini dilakukan oleh PLN sebagai kompensasi kepada nagari, karena ada enam tower PLN yang dibangun di atas tanah Nagari Lubuk Kilangan .

Tanah Nagari Lubuk Kilangan itu, kata dia, merupakan tanah ulayat yang diserahkan nagari kepada Semen Padang . Karena Semen Padang dan PLN sama-sama BUMN, maka PLN tidak mau memberikan ganti rugi dalam bentuk tunai kepada nagari.

baca juga: Dari Webinar Series #7, Dirut PT Semen Padang; Jaga Keselamat Diri dan Keluarga dari COVID-19

"Nah, karena itulah kami buat program agar PLN mau memberikan kompensasi dalam bentuk fisik. Program tersebut, yakni pembanguanan Balai Adat," kata Asril Aziz Rajo Bujang kepada KLIKPOSITIF saat ditemui usai peletakkan batu pertama pembangunan Balai Adat, Jumat, 15 April 2016.

Pembangunan Balai Adat ini, lanjutnya, sebenarnya sudah diusulkan sejak 2013 lalu. Namun karena tidak ada lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pembanguanannya, makanya program tersebut diundur dan baru teralisasi tahun ini.

baca juga: Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang Dimulai, Pakai Produk Semen Padang

"Program ini teralisasi setelah Semen Padang menyerahkan tanah nagari yang dulunya diserahkan nagari ke Semen Padang . Maksudnya, tanah yang diserahkan Semen Padang ini masih merupakan tanah Nagari Lubuk Kilangan ," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Forum Nagari Lubuk Kilangan , Kamaruzaman mengatakan, nagari meminta PLN untuk membangun gedung Balai Adat, karena Balai Adat yang ada di samping Puskesmas Lubuk Kilangan tidak memadai untuk menyelenggarakan setiap kegiatan nagari.

baca juga: Yuk Ikuti Webinar dengan Tema Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Selama Masa Pandemi Bersama SPH

"Gedung Balai Adat yang sekarang ini kecil dan tidak seimbang dengan aset yang ada di nagari. Untuk itu, sudah sewajarnya nagari memiliki gedung Balai Adat baru dengan bangunan yang besar dan bertingkat," kata Kamaruzaman.

Proses pembangunan gedung baru ini, lanjutnya, dilakukan selama enam bulan. Luas lahannya, yaitu 22 x 12 meter persegi. "Untuk anggaran pembangunannya mencapai Rp1,7 miliar yang semuanya ditanggung oleh PLN ," bebernya.

Di samping PLN membangun gedung Balai Adat, lanjutnya, Nagari Lubuk Kilangan rencananya juga akan meminta bantuan kepada Semen Padang agar dibangunkan Medan Nan Bapaneh. Lokasinya,
berdekatan dengan gedung Balai Adat di Atap Genteng ini.

"Kalau permintaan ini terwujud nantionya, maka Medan Nan Bapaneh itu nantinya akan menjadi tempat pertemuan bagi tokoh ninik mamak dan nagari," tuturnya.

Semen Padang Siap Salurkan Bantuan

Terkait dengan permintaan nagari, Kepala Biro Humas Semen Padang , Iskandar Zulkarnaen Lubis yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan bahwa pihaknya, siap memberikan bantuan berupa semen kepada Nagari Lubuk Kilangan untuk membangun Medan Nan Bapaneh.

"Kami siap memberikan bantuan semen kalau masyarakat ingin bergotongroyong membangun Medan Nan Bapaneh," ujarnya.

Penulis: Riki