Empat Rumah Terancam Longsor Bantaran Sungai Aliran Lubuk Peraku, Semen Padang Turunkan TRC dan Alat Berat

Eskavator yang diturunkan Semen Padang tengah memperbaiki bantaran sungai guna mencegah terjadinya longsor susulan di yebing sungai, di Kelurahan Batu Gadang.
Eskavator yang diturunkan Semen Padang tengah memperbaiki bantaran sungai guna mencegah terjadinya longsor susulan di yebing sungai, di Kelurahan Batu Gadang. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sebanyak empat rumah terancam akibat longsor yang terjadi di bantaran sungai aliran Lubuk Peraku, tepatnya di Jalan Liberti Indah I, RT02/RW05, Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang pada Kamis (20/5/2021).

Guna mencegah longsor susulan yang berdampak lebih besar, PT Semen Padang mengerahkan satu unit alat berat untuk memperbaiki bantaran sungai dan menurunkan Tim Reaksi Cepat ( TRC ) untuk membersihkan material longsor .

baca juga: Mengenal Bahaya HIV dan Upaya SPH Mencegahnya dengan Hadirkan Poli VCT

"Kami berterimakasih kepada PT Semen Padang yang merespon cepat bencana longsor di tebing aliran sungai Lubuk Peraku ini dengan langsung mengirimkan TRC dan bantuan alat berat," kata Ketua RW 05 Silviati Thaer sat ditemui di lokasi longsor , Selasa (25/5/2021).

"Kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat lingkungan semakin nyata kami rasakan. Kami bangga menjadi bagian dari masyarakat lingkungan PT Semen Padang . Semoga PT Semen Padang terus maju dan berkembang, dan semakin peduli terhadap masayarakat," ujarnya.

baca juga: Tinggal di Warung Ukuran 3x4 Meter, Korban Kebakaran di Ampera Dibantu Semen Padang

Silviati menyebut longsor terjadi pada Kamis (20/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB dengan permukaan longsor setinggi 6 meter dan lebar 6 meter. Longsor tersebut disebabkan gerusan air sungai. Warga yang merasa terancam, kemudian melapor ke Ketua RW 05.

"Saya sebagai Ketua RW 05, langsung meminta warga untuk evakuasi, karena khawatir terjadi longsor susulan. Setelah itu, kami menyampaikan kepada lurah dan LPM, BPBD dan PT Semen Padang . Alhamdulillah, hari itu juga langsung direspon oleh semua pihak," bebernya.

baca juga: Semester I Tahun 2021, PT Semen Padang Catatkan Total Ekspor 1,1 Juta MT

Artisyah, salah seorang warga yang rumahnya tepat berada di atas tebing yang longsor tersebut mengaku khawatir dengan bencana longsor sejak beberapa tahun terakhir. Apalagi ketika hujan lebat yang disertai meningkatnya debit air aliran Sungai Lubuk Peraku ini.

"Kalau sudah hujan lebat, kami semua yang tinggal di atas tebing ini selalu was-was, karena kami takut tebing ini longsor dan membawa rumah kami. Sebab, jarak tebing dengan rumah kami sekitar 1 meter lebih. Jadi, kami sangat berterimakasih atas kepedulian PT Semen Padang terhadap kami yang tinggal di atas tebing ini," kata wanita berusia 48 tahun tersebut.

baca juga: Ahli Gizi SPH Ungkap Cara Sehat Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Sehat di Masa Pandemi

Dihubungi terpisah, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, perusahaan mengirimkan bantuan alat berat dan relawan TRC ke lokasi longsor yang berada di Ring 1 perusahaan.

"Pengiriman alat berat dan relawan TRC ke lokasi longsor , sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lingkungan perusahaan, karena salah satu fokus CSR perusahaan adalah terkait kebencanaan. Jika terjadi bencana kita senantiasa membantu masyarakat sesuai kemampuan kita," katanya.

Alat berat berupa eskavator itu, tambah Nur Anita, bekerja untuk memperbaiki bantaran sungai dengan cara memindahkan batu-batu yang ada di dalam sungai untuk dijadikan tapak-tapak batu di bawah tebing, supaya aliran sungai tidak menghantam tebing sungai, sehingga dapat meminimalisir longsor susulan.

Tim TRC diturunkan ke lokasi untuk membersihkan material longsoran pada Jumat (21/5/2021) atau sehari setelah longsor . Sementara pengerahan alat berat dari PT Semen Padang sejak Sabtu (22/5/2021) hingga Rabu (26/5/2021).

"Semoga perbaikan bantaran sungai ini bisa mencegah longsor susulan, karena kalau dilihat, di atas tebing itu sudah nampak pagar dan dinding rumah warga dan tentunya ini berbahaya jika terjadi longsor susulan," pungkas Nur Anita.(*)

Editor: Riki