Menilik Layanan Okupasi Terapi di Semen Padang Hospital

Anak bermain melatih saraf-saraf motoriknya
Anak bermain melatih saraf-saraf motoriknya (Google)

PADANG, KLIKPOSITIF - Semen Padang Hospital ( SPH ) terus menyediakan kebutuhan dan fasilitas terbaik masyarakat, termasuk layanan okupasi terapi .

Okupasi Terapi merupakan terapi yang menggunakan aktivitas kehidupan sehari-hari sebagai media terapinya (misal : latihan repetitif meremas bola untuk menambah kekuatan dan massa otot, latihan memindahkan cone untuk menambah luas Lingkup Gerak Sendi).

baca juga: Bagaimana Cara Mengenali dan Menggunakan Antioksidan selama Melawan Corona?

Bukan hanya secara fisik dan mental pasien yang diterapi, Okupasi Terapi juga menganalisis lingkungan (arsitektur dan letak furnitur rumah, lingkungan sosial, lingkungan kerja, dll).

Salah satu petugas Okupasi Terapi, Veny Prima Safitri A. Md. OT mengatakan, layanan ini tentunya memberikan hal terbaik dalam meningkatkan okupasi/pekerjaan sebagai medianya.

baca juga: Masjid Asy-syifa SPH Diresmikan, Berharap Sebagai Penyembuh bagi Pasien dan Jamaah yang Datang

"Sesuai bahasanya, Okupasi berarti pekerjaan, sehingga dalam hal ini ada tiga komponen yang mendukungnya, yakni aktivitas, produkfitas dan bersantai. Kalau bermasalah salah satu dari tiga hal itu, maka akan di rujuk ke Layanan Okupasi Terapi ," katanya saat dihubungi, Selasa, 26 Oktober 2021.

Okupasi Terapi juga mengedukasi tentang langkah promotif, preventif, rehabilitatif, dan sebagainya kepada pasien dan keluarga, serta masyarakat.

baca juga: Menilik Suksesnya Vaksinasi yang Dilakukan Semen Padang Hospital

Ia mengatakan, layanan ini memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Dalam memberikan pelayanan kepada individu, Okupasi Terapi memerhatikan aset (kemampuan/potensi) dan limitasi (keterbatasan/"kecacatan") yang dimiliki individu, dengan memberikan aktivitas yang purposefull (bertujuan), meaningfull (bermakna), dan disenangi.

"Misal hobi agar pasien merasa senang dan nyaman selama melakukan terapi. Diharapkan individu tersebut dapat mencapai kemandirian dalam aktivitas produktivitas/pekerjaan atau pendidikan (seperti bekerja), kemampuan perawatan diri/selfcare (seperti : menyikat gigi, mandi, BAB/ BAK, dll) dan kemampuan penggunaan waktu luang/ leisure (melakukan hobi seperti berkebun, menjahit, menyulam, dll)," jelasnya.

baca juga: Punya Masalah dengan Gigi? Layanan Gigi Klisepa Indarung Jawabannya

Layanan Okupasi Terapi SPH buka dari Senin s/d Jumat dari pukul 17.00 s/d 21.00 WIB dan Sabtu dari pukul 09.00-16.00 WIB.

Editor: Fitria Marlina